PROTOKOL DAN PEMBAWA ACARA

Published Desember 30, 2011 by fajrinfauziah

PROTOKOL

  1. Istilah Protokol
  2. Tugas Utama Protokol
  3. Hal-hal yang perlu diperhatikan dan     dipersiapkan seorang protokol dalam melaksanakan tugas
  4. Tahapan-tahapan suatu acara/upacara

Master of Ceremony atau MC = Pembawa Acara
1. Istilah MC
2. Kaitan MC dengan sebuah proses komunikasi
3. Persyaratan menjadi MC
4. langkah-langkah pelaksanaan

 

Istilah Protokol

Yunani  = protos artinya yang pertama

              kola artinya perekat atau lem

Prancis =  protocole

Inggris  =  protocol (Ating Tedjasutrisna, 1966:9)

               Menurut Ating pengertian protokol yang dikaitkan dengan masalah pengaturan suatu upacara/tata cara pergaulan internasional meliputi:

  1. Kumpulan peraturan upacara yang dipatuhi oleh semua pergaulan antara kepala negara dengan mentri-mentrinya
  2. Etiket pergaulan internasional
  3.  Sopan santun pergaulan internasional
  4.  Petugas yang melaksanakan penerapan tata cara pengaturan dan pelaksanaan suatu acara
  5. Tata tertib pergaulan internasional
  6. Pedoman tata cara pergaulan internasional (1966:100)             

             

Tugas utama Protokol

  1. Pelaksanaan upacara dalam :         

            a. Pelantikan para pejabat negara

            b. Peresmian proyek-proyek nasional

            c. Peringatan hari-hari besar nasiona;

            d. Pembukaan konferensi, konggres, muktamar

            e. Pemakam pejabat yang meninggal dunia          

  1. Pengaturan kunjungan :

            a. Kenegaraan

            b. pemimpin nasional

            c. Tamu luar negeri

            d. Tamu dalam negeri

            e. Inspeksi pimpinan

Hal-hal yang perlu diperhatikan dan dipersiapkan seorang protokol dalam melaksanakan tugas

  1. Mengadakan koordinasi ke atas, ke samping dan ke bawah yang ada keterkaitannya dengan upacara kenegaraan
  2. Menguasai Bahasa Indonesia yang baik dan benar, dan menguasai bahasa asing (minimal Bahasa Inggris)
  3. Penguasaan administrasi dengan baik
  4. Penunjukan MC yang bertanggung jawab

 

Tahapan-tahapan suatu acara/upacara

  1. Tahap Orientasi

            Hal-hal yang perlu diperhatikan :

            a. latar belakang diadakannya kegiatan

            b. tujuan diadakannya kegiatan

            c. manfaat yang diperoleh

            d. kemungkinan-kemungkinan yang terjadi

  1. Tahap Persiapan, meliputi:

            a. pembentukan panitia

            b. rapat-rapat panitia

                       

Istilah MC

Istilah ini diambil dari bahasa Inggris yaitu master yang berarti a person having control yakni orang yang mempunyai hak untuk mengendalikan. Jadi MC pada dasarnya tidak hanya berperan sebagai pembawa acara saja, melainkan juga sebagai pengendali jalannya suatu acara sehingga acara yang diselenggarakan dapat berjalan dengan baik dan lancar

 

Kaitan MC dengan sebuah proses komunikasi:

  • MC sebagai komunikator
  •  Untaian acara yang disampaikan merupakan komunike
  •  Pertemuan-pertemuan merupakan media
  •  Hadirin adalah komunikanya

Persyaratan menjadi MC

  1. Sehat jasmani maupun rohani
  2. Tidak mengalami gangguan dalam berbicara
  3. Memiliki penguasaan bahasa yang memadai, yakni:
    1. dapat memilih kata-kata yang tepat
    2. pengucapan kata yang benar (termasuk pengucapan nama, pangkat, gelar, jabatan serta nama-nama atau istilah dalam bahasa asing)
    3. artikulasi yang jelas
    4. hilangkan aksen daerah, gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar
    5. Mempunyai pengetahuan umum yang luas
    6. Memiliki persiapan fisik yang memadai, meliputi :

            a. berkepribadian

            b. memiliki rasa percaya diri

            c. berpenampilan menarik

            d. memiliki rasa humor dan penyabar

            e. cepat berpikir dan tanggap akan situasi

            f.  berwibawa tetapi tidak menakutkan

  1. Memiliki persiapan mental yang mantap, maksudnya sanggup melangsungkan tugas sampai tuntas serta memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi

 

Langkah-langkah pelaksanaan

Tahap persiapan

Hal yang perlu diperhatikan dan dilakukan :

  1. Mengetahui sifat acara
  • Resmi (formal)
  • Setengah resmi
  • Hiburan (kesenian)
  • Gabungan

b.      Hubungi panitia atau petugas pengarah acara dan tanyakan:

  • Urut-urutan acara
  • Pejabat yang diundang
  • Pengisi hiburan (bila ada)
  • Busana yang dikenakan
  • Periksa kelengkapan acara (misal: pengeras  suara, gong, dan alat pemukulnya)
  • Meminta untuk diikutsertakan dalam rapat panitia
  1. Membuat catatan
  • Buatlah catatan urutan acara lengkap dengan kalimat-kalimat yang alan disampaikan pada kertas peraga ukuran kecil agar sedap dipandang dan memudahkan sewaktu MC membaca. Pelajarilah tema acara dan berlatihlah sebelum hari pelaksanaan

           

 

Tahap penenangan

Menjelang berlangsungnya acara, seorang petugas MC harus dalam keadaan tenang, tidak diganggu oleh berbagai persoalan. Ia harus berkonsentrasi diri. Mengecek alat-alat, persiapan acara dan pengecekan tamu-tamu yang hadir menjadi tanggung jawab petugas protokolair sedangkan MC hanya menunggu kata “Ya…siap acara dimulai.” dari petugas protokolair (pengarah acara).

Beberapa menit kita berdoa agar tugas yang kita emban dapat kita laksanakan dengan baik. Kendorkan urat syaraf dengan menarik nafas panjang dan menghembuskannya secra perlahan-lahan beberapa kali.

 

Menghadapi pengeras suara

Untuk menambah keyakinan diri

  1. Menguju pengeras suara dengan cara menggeser-geserkan jari ke permukaan pengeras suara
  2. Mempersilakan hadirin yang masih berada di luar untuk segera memasuki ruang upacara, dan segera menduduki tempat yang telah disediakan
  3. Sesuaikan jarak anatara mulut dengan pengeras suara

 

Menghadapi hadirin
Hal yang perlu diketahui :

  1. Acara dimulai jika keadaan sudah tenang
  2. Untuk menumbuhkan wibawa, dengan tenang pandanagan kita edarkan untuk menatap hadirin
  3. Dalam keadaan terpaksa MC baru boleh mengatakan, “Hadirin dimohon tenang!”

 

Arena

Hal-hal yang perlu diperhatikan:

  1. Rangkaian acara
  2. Sifat acara (resmi, agak resmi, santai)
  3. Sikap, meliputi:
  • Busana disesuaikan denagn sifat acara
  • Tata rias jangan berlebihan
  • Cara berdiri atau duduk sewaktu bertugas hendaknya dalam keadaan sempurna (tegak tetapi tidak kaku)

d.   Bahasa

  • Gunakan bahasa yang umum
  • Gunakan kalimat-kalimat pendek
  • Hindari pemakaian kata-kata asing, kecuali jika sulit dicari padan katanya
  • Hindari penggunaan kata sambung secara berlebihan

 

Catatan Protokolair

  1. Penyebutan urutan pejabat yang hadir dimulai dari yang tinggi kedudukannya
  2. Urutan sambutan pejabat yang hadir dimulai dari yang terendah kedudukannya diakhiri dengan yang tertinggi
  3. MC dianjurkan tidak memberikan komentar terhadap sambutan-sambutan dari pejabat maupun penceramah

Kerugian yang dapat ditimbulkan dari adanya komentar dari MC :

    • Menyita waktu
    • Membodohkan hadirin
    • Seakan-akan memberi sambutan sendiri
    • Berakibat fatal jika salah dalam menafsirkan isi sambutan atau isi ceramah
About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: